Mbar……….

Yang lebih kasian lagi, mereka kan kalau mau berangkat ke singapur harus melalui agen di Indonesia, dan harus membayar sekitar 1 jutaan++ udah gitu disana, dipenampungan mereka menanti tanpa dibayar beberapa bulan hingga urusan dokumen2nya jadi, ada yg cepet ada yg lama. Ditempat penampungan (di Indonesia) mereka disuruh kerja ini
inu……, sedangkan kalau mereka punya keperluan ya harus mengeluarkan uang pribadi.

Bayangin aja, udah keluar uang buat agen di Indonesia, begitu sampai di Singapura mereka gajinya juga dipotong oleh agency disini selama kira2 6bln, employer cuman kasih ke maid max $10 aja.

Yang herannya lagi, kok ada agency di sini yang suka bilang, pada saat kita mau ambil maid via agency, si agent bilang kalau maid ini ada tunggakan loan yg jumlahnya cukup lumayan, kadang2 katanya $1500-$2000. Kapan para maid itu berhutang……….!, apa ini cuman alasan agency untuk motong2 hak maid? Terlalu juga sih.

Belum lagi ada yang bilang, masih dipotong uang ‘nakal’ $100 selama 3-5bln, dipotong oleh majikan, maksud mereka adalah kalau sebelum 3 bln mereka enggak perform, jadi uang itu bisa dipakai untuk tiket pulang langsung ke kampung, tapi kalau dalam setahun si maid enggak ‘nakal’ seperti yang dimaksud para local employer, uang itu akan diberikan
kembali ke maid, tapi enggak tau masih berlaku nggak uang nakal ini, tahun lalu sih masih ada.

Jadi memang kasian ’sungguh’ nasib mereka yang merantau ini. Tapi mereka yang udah pada betah kadang2 mereka dipulangin juga enggak mau, karena udah banyak teman, atau udah cocok dengan ‘boss’ nya, atau sudah bisa memanfaatkan ‘celah’.

yuuk ah Mbar,

Nita@bishan291