Ibu ibu cantik, Daning dan semuanya
sebenarnya saya buka imel mau meng-iklan lace>kanlace> discounted products Tupperware untuk bulan maret ini, Ngaku deh….
eeh pas buka indosingmums..hehehe serasa di todong info pasal primary sekul dan terutama madrasah
Heyy Daning. Salam kenal dulu ahh. Temans disini memanggil saya “mbak Rini..heeehe karena nampaknya aku the oldest one nih yg suka berceloteh virtual ISM stage J
Sudah banyak tuh info dari temans…Sudah gak bingung lace>kanlace>?..heheehe
Jaman dulu-dulu kalo ada yang bingung suka di bercanda in sama temans..”eehh pegangan dulu loe” J .juz kidding aah
Bener kok yg dikatakan bu Mala, pada dasarnya sekolah2 terutama primary di Singapore ini bagus2 maksudnya punya standard “ketat” gitu lho. Semakin baru sekolahnya alias baru dibangun atau bener2 baru namanya, pasti sarana fisiknya lebih canggih dari sekolah2 sebelumnya. Juga lately, top PSLE student banyak tuh yang muncul dari neighbourhood2 school lho.. kenapa hayo??
Dan bener juga yg dibilang bu Nita, ada tentunya donng yang namanya bibit, bebet, bobot.. “old” group school, yg perlu ber-fraternity, sorority dan lain lain.
Trus yg nanya tes masuk madrasah, bu ellen?…menurut saya pribadi yang terutama mereka cari ketika interview terutama komitmen orang tua calon murid dalam perjalanan “pendidikan islami.. Juga bgmn kesiapan anak dan orang tua nya.
Tes masuk madrasah tahun kemarin, semua serentak diadakan oleh MUIS pada hari dan jam yang sama kecuali satu yang eksklusif, yaitu madrasah Alsagoff. tes masuk dan interviewnya mrk sendiri/pun resultnya lebih dahulu drpd madrasah2 lain yg dikelola under MUIS.
Sebelum celoteh panjang and nampak kedengaran idealis dan well planned, ….kemarin itu mendaftar, hanya ngikut kemauan hana, anak saya hanya pilih karena mau sekolah yang all gals dan yang long skirtnya warna fave dia. J coba?? Go figure..
Saya sendiri gak pikir panjang2 sangat, karena yg penting bisa membiasakan tutup aurat, dan krn PM session di sekolah anaknya bisa membiasakan solat zuhr dan asar, yang mana hal ini tidak tersedia di national sekul.
Madrasah, yang artinya sekolah, sebenarnya mengikut tradisi ratusan tahun pendidikan islami. Pelajarannya ya semua aspek dan jenjang nya bisa lanjut sampai akademik di Islamic2 University..islamic based dokter, lawyer,econs, science, engineering, syariah, dll
Sejak revolusi perancis, dunia mengenal pemisahan antara secular dan agama. Dampaknya sampai juga ke negri2 islam..sehingga akhirnya berkesan madrasah2 ini melulu utk menghasilkan uztaz dan uztazah dalam artian agama.Dan juga berkesan kalau ilmu agama bukan jenjang akademik.
Apalagi MUIS (baca = wakil pemerintah SG bagi urusan muslim), untuk jabatn-jabatan tertentu hanya me recognize ustazah/uztaz “beneran”yg recognize itu lho, keluaran Islamic uni dari Al-Azhar di Cairo, universitas di Medinah, ataupun Islamic uni lain-lain. Mungkin analoginya, lace>kanlace> kalo dokter harus sekolah dokter ya nggak(?)..apakah kita mau ke dokter yg tidak reconise ato yang baca2/belajar2 sendiri . (??)>>
Nah bagus nya SG ini …karena “paper value” itu ..yaa utk uztaz/uztazah (arti sebenar= teachers, professors, lecturers). , inilah bentuk recognitionnya>>
To make long story short:….
…However, karena di SG ada hukum Compulsory National Education dan pendidikan di SG mewarisi system inggris, jadilah madrasah “di haruskan” mengikuti standar MOE untuk education menuju profesi2 “normal” (baca secular) yaitu PSLE, O Level, A Level, polytech, pre-U, “secular”University.
Karena sekarang baru masa transisi… ada beberapa madrasah yg sudah siap dg revamp kurikulum siap dg. newly trained teachers siap utk PSLE, O level, dll.. (sebagaimana dibuat perbandingannya per madrasah oleh bu Anom)
Untuk meraih idealisme dua dunia ini lah sehingga sekarang beban murid madrasah adalah dua kali lipat murid sekolah-sekolah national.
Segi positifnya adalah untuk menyiapkan andaikan murid-murid tersebut ingin berprofesi “secular” atau karena sesuatu hal ingin berganti halauan di tengah jalan sehingga ybs diharapkan bisa langsung “nyemplung” ke mainstream education ataupun mainstream jobmarket
Iyya lah..lace>kanlace> tidak 100% murid lulusan madrasah bisa jadi uztaz atau ustazah dalam artian “agama”. Wallahualam.
Ibu2 cantik, cmiiw ya.
Salam
Rini
Ibu 4 anak,: 3 sekolah national dan 1 di madrasah
Mudanya melanglangbuana dari sekolah2 system: all gals sekul Tarakanita, ke system ngAmrik jr-high school di Monterey, numpang lewat quarter latin di Sorbonne, membumi di IT mBandung, numpang lewat di Sydney, trus..trus..aahh sekarang hyperaktif young-at-heart homemaker